Orang tua murid bersama dua anaknya ar dan s, di kapubaten dompu, nusa tenggara barat, mengeroyok guru di sekolah kasus ini memasuki babak baru usai sang guru justru kini di lapor balik oleh keluarga pelaku.
Peristiwa ini bermula pada kemarin, di sekolah tempat pelaku dan korban di peritigaan desa cempi jaya dan desa adu, kecamatan hu saat itu depan sekolah tengah terjadi perkelahian antarasiswa.
Kemudian korban syarifudin melarai perkelahian antarasiswa tersebut dan menyuruh mereka pulang, tapi pelaku s yang menyaksikan perkelahian tidak terima pada saat disuruh oleh korban untuk pulang.
Siswa berinisial s bersikeras ingin mlihat perkelahian itu, sebelumnya s diminta pilang oleh korban namun menolak, akan tetapi s akhirnya pulang namun menyimpan rasa salah kepada korban, kata kasat reskrim polres dompu ipda adhar saat di mintai konfirmasi.
S kemudian pulang kerumah dengan rasa dendam karena telah ditegur oleh korban. Beberapa saat berselang datang kakak S. AR menemui korban dan langsung memaki korban, cekcok mulut pun terjadi.
Ar kakak dari s menanyakan kepada adiknya dikasarin dan beradu cekcok mulut dengan korban ujar adhar.
Saat korban ar cekcok mulut, s kemudian datang bersama ayahnta tanpa basa basi ayah dan kedua anaknya itu langsung mengeroyok korban.
S bersama orang tuanya langsung melakukan pengeroyokan dengan cara melakukan pemukulan dengan menggunakan tangan yang kepal, korban mengalami luka bengkak di bagian muka dan badannya. judi slot terbaik
Tidak ada komentar:
Posting Komentar